Buatlah skenario simulasi pemilihan sesuai dengan topik yang telah ditentukan

Buatlah skenario simulasi pemilihan sesuai dengan topik yang telah ditentukan.

Jawaban
Pelaksanaan dimulai pagi hari dengan lokasi TPS (Tempat Pemungutan Suara) berada di ruang Laboratorium IPA SMP Astra Agro Lestari. Para siswa tampak bersemangat melaksanakan hak pilihnya untuk menentukan Ketua OSIS. Proses pemilihan pun dilakukan seperti layaknya pemilihan umum. Pemilu OSIS ini berlangsung pada Sabtu (02/02/2019) lalu.

Fifin Mardiansyah, Pembina OSIS SMP Astra Agro lestari mengungkapkan pendidikan demokrasi harus diberikan sejak dini, hal itu penting untuk memberikan pengetahuan pada siswa tentang tata cara pemungutan suara saat pemilu. Selain itu agar siswa mampu bertanggung jawab dengan siapa yang dipilihnya.

“Pemilihan Ketua OSIS menjadi ajang belajar berdemokrasi untuk bekal mereka saat bentul-betul mendapatkan hak untuk memilih di masa depan,” ujarnya.

KPU OSIS terdiri dari anggota OSIS yang masih memiliki masa tugas sampai ketua dan pengurus terbentuk. Acara dimulai pukul 07:00 WIB. Semua petugas bersiap di TPS memastikan setiap pemilih melaksanakan pemilihan sesuai tata cara dan alur pencoblosan. Untuk efektivitas pelaksanaan, kesempatan pemilihan dilaksanakan secara bergiliran antar kelas. Pelaksanaan Pemilu OSIS hingga proses penghitungan suara berlangsung lancar.

Adapun Pemilu ini memberikan tiga calon ketua OSIS yang terdiri dari Rifki Abror Rabani, Dian Seris, dan Dandi Aditya Firmansyah. Masing-masing kandidat terbaik di sekolah itu sudah melakukan kampanye Sabtu (26/01/2019). Proses debat program kerja dan juga penyampaian visi misi juga dilakukan selayaknya pemilihan kepala daerah.

“Sengitnya perdebatan, adu argumen, dan penyampaian program-program OSIS oleh masing-masing calon ketua mendapat banyak tanggapan dari para siswa. Dan mereka antusias dengan proses itu. Dengan demikian kita berharap tujuan kita untuk memberikan pelajaran demokrasi bisa tersampaikan dengan baik,” terang Fifin.

Kepala SMP Astra Agro Lestari Heru Tri Oktavianto mengatakan siswa yang terpilih menjadi ketua OSIS harus menunjukan sikap dan perilaku terbaiknya. Menjadi contoh dan panutan bagi anggota serta teman-temannya.

“Serta harus menjunjung tinggi visi misi SMP AAL (Bertakwa, Beriman, dan Berprestari) supaya program program OSIS bisa bersinergi dengan progran-program sekolah yang sudah dirancang,” ujarnya.

Pemahaman pelaksanaan Pemilu dan kultur berdemokrasi sengaja ditanamkan sejak SMP supaya siswa mengetahui prinsip memilih wakil rakyat dan pemimpin mereka tanpa ada paksaan. Selain itu, pemimpin yang mereka pilih sesuai dengan harapan mereka. Pemungutan suara dilanjutkan dengan penghitungan suara oleh panitia di TPS yang disaksikan oleh para calon ketua dan saksi-saksi dari petugas (panitia).

Suara terbanyak pada Pemilu OSIS kali ini diperoleh Dandi Aditya Firmansyah, kemudian disusul Rifki Abror dan Dian Seris.

Salah seorang siswa kelas IX-C Anggi Kholifatul Ummah menilai pemilihan seperti ini memiliki manfaat saat siswa telah mempunyai hak pilih nanti. “Dengan kegiatan ini, saya dan teman-teman bisa mengerti dan belajar memilih pemimpin dengan benar,” kata Anggi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*